Hama Penggerek Buah kakao (PBC)

Serangan hama penggerek buah kakao (PBC) yang mengakibatkan rendahnya produksi Dan kualitas kakao selalu dijadikan alasan rendahnya harga kakao indonesia, seperti di terminal kakao New York yang terus menurun. Kondisi demikian berpengaruh terhadap Harga ditingkat petani menjadi rendah, sehingga menurunkan pendapatan dan kesejahteraan prtani diindonesia. Hama PBC tersebar pada beberapa sentra kakao seperti Sumut, Jambi, Benggkulu, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Sulut, Sulteng, Sulteng, Sulsel, Sultra, Kaltim, Kalbar, Kalteng, Maluku, Bali, NTT, NTB,dan papua. Data direktorat bina perlindungan tanaman perkebunan menunjukkan bahwa serangan PBC tahun 2000 seluas 60.007 ha dan tahun 2004 seluas 348.000 ha. Hama PBC ditemukan dimindanao (fhiliphina) dan serawak (malaysia). Tanaman selain kakao yang dapat terserang PBC yaitu langsat dan Rambutan. Untuk mengidentifikasi tanaman coklat yang terserang hama PBC, dilakukan dengan cara membelah buah kakao, apabila isinya sudah tidak beraturan dan bewarna coklat kehitaman akibat gerakan larva dari dalam buah, maka itulah salah satu gejala serangannya. Pada kondisi lingkungan yang cocok bagi perkembangan PBC, maka serangan berat dapat mencapai 82%, yang artinya 100 kg buah kakao yang dipanen hanya dapat dihasilkan 18 kg saja.
Siklus Hidup PBC Sedikitnya diperlukan waktu 27-34 hari bagi hama PBC untuk berkembang dari telur menjadi Imago berbentuk Ngengat (moth), sehingga dalam waktu yang cukup singkat perkembangan hama PBC ini sangat cepat. Siklus hidup serangga PBC ini sama seperti Umumnya serangga lain berupa metamorposa sempurna melewati tahapan yaitu :telur, larva dan imago. • Telur Telur PBC bewarna merah jingga da diletakkan oleh induk betina pada kulit buah, biasanya pada panggkal buah. Bentuk telurnya sulit diidentifikasi karena berukuran terlalu kecil dan sukar dilihat dengan mata telanjang. Telur berukuran panjang 0.5 mm dan lebar 0.3 mm. serangga dewasa dapat bertelur antara 50-100 butir pada setiap buah kakao. Telur-telur tersebut akan menetes dalan waktu 2-7 hari setelah diletakkan pada kulit buah. • Larva Larva yang menetes dari telur bergerak dan membuat lubang ke dalam kulit buah, selanjutnya masuk ke dalam bibit kakao. Lubang gerekan berada tepat di bawah tempat melekatnya telur. Larva akan menggerek daging buah, diantara biji dan plasenta. Panjang larva sekitar 1,0- 1,2 cm, terdiri dari lima instar dan berwarna putih kotor sampai hijau muda, lama hidup di dalam bibit kakao antara 14-18 hari, kemudian larva berubah menjadi kepompong. Instar 1 dan II (3-4 hari), instar III dan IV (3-5 hari), dan instar V (3-4hari) menjelang prapura berwarna kuning tua. • Imago Imago dengan panjang 7mm dan lebar 2mm berwarna dasar coklat dan putih berpola zig-zag di sepanjang sayap depan, pada setiap ujungnya terdapat bintik kuning dan sayap belakang berwarna hitam, memiliki antena yang lebih panjang dari badannya serta runcing. Serangga ini aktif mulai dari senja sampai tengah malam yaitu pada pukul 18.00 – 07.00. Pada siang hari biasanya imago berlindung di tempat lembab dan tidak terkena sinar matahari seperti di bagian bawah cabang harizontal yang berdiameter 5-10 cm. daya terbangnya pun tidak terlalu tinggi dan mudah terbawa angin. Ngengat betina meletakkan telurnya di permukaan buak kakao, tepatnya pada alur buah yang dalam. Serangga dewasa ini hanya berumur 5-7 hari, setelah betelur kemudian akan mati.
Hama Penggerek Buah kakao (PBC) Hama Penggerek Buah kakao (PBC) Reviewed by Ginting free Blog on 18.59 Rating: 5

Tidak ada komentar:

loading...
Diberdayakan oleh Blogger.